Pilihan-pilihan yang dibuat oleh manusia, seringkali adalah hasil dari pengaruh orang-orang di sekitarnya. Sejatinya tidak pernah ada sebuah keputusan yang lepas dari ketergantungan pendapat individu lainnya.
Dan kisah ini akan menggambarkannya..
*halah apadeeh lebay banget prolognya -,-”
Jadi ceritanya pemirsa, beberapa minggu yang lalu saya merasa berada dalam sebuah dilema! Dilema dalam memutuskan HP Android terbaik bagi saya dengan budget maksimal 3 Juta Rupiah. Dan akhirnya setelah pilihan-pilihannya dipersempit muncullah nama-nama ini Samsung Galaxy Ace VS LG Optimus One.
Keduanya memiliki spesifikasi yang kurang lebih sama, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Samsung Galaxy Ace misalnya, memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
-
Model handset yang sangat bagus, ramping, ringan dengan built-in quality yang sangat baik
-
Layar anti gores yang mantapz! *bukan, bukan Gorilla Glass – Maaf mengecewakan anda-anda yang termakan isu tersebut, karena pihak Samsung Indonesia sudah mengklarifikasi bahwa handheld yang masuk ke Indonesia ini tidak disertai dengan kaca gorilla^^
-
Prosessor 800 Mhz *denger-denger sih yah ini udah angka maksimum alias angka yang udah di-overclock sama pihak Samsungnya.. Jadi gak bakal bisa lagi di-overclock^^
-
Sudah disertai GPU (Adreno 200) – menjadikannya lebih baik untuk memainkan berbagai games Android 3D *gak terlalu penting buat saya, karena nge-game bikin saya buang-buang waktu -,-” ~walaupun suka sih sebenernya.
-
Kamera 5MP dengan disertai AF dan LED Flash *gak terlalu penting juga buat saya @,@
-
Banyak penggunanya! – Jadi seandainya ACE anda bermasalah akan ada banyak orang yang ikut merasakan kepedihan anda *entah yah kalo membantu mah xD yang penting kan You’ll Never Walk Alone!

Tapi karena tidak ada handheld yang sempurna, Samsung Galaxy Ace juga memiliki beberapa kekurangan :
-
RAM yang imut-imut hanya sebesar 278 MB
-
Internal memorinya (ROM) juga enggak kalah imutnya hanya 150 MB
-
Kapasitas batere 1350 MAh *kalah sama kapasitas batere LG Optimus One
Nah berikutnya kita bahas kelebihan LG Optimus One :
-
Harganya! Bedanya sekitar sejuta loh dengan Samsung Galaxy Ace *Saat tulisan ini dibuat Samsung Galaxy Ace berada pada kisaran harga sedikit dibawah 3 Juta dan LG Optimus One sekitar 2 juta.
-
Ketahanan baterenya – Karena telah difasilitasi dengan kapasitas batere 1500 MAh, sudah banyak yang me-review bahwa LG Optimus One memiliki waktu stand-by yang lebih lama daripada Samsung Galaxy Ace
-
RAMnya lumayan, sebesar 512 MB
-
Internal memorinya 20 MB lebih besar dari Ace – 170 MB
-
Sudah dapat di-upgrade secara resmi ke OS Gingerbread

Selanjutnya kekurangan LG Optimus One :
-
Hanya memiliki kamera 3.15 MP tanpa LED Flash *sekali lagi kalau buat saya sih kekurangan ini bisa diabaikan
-
Prosessor 600 MHz *katanya masih bisa di-overclock, tapi lakukan dengan resiko sendiri :D kalo buat saya, saya pikir perbedaan ini tidak terlalu signifikan, toh ACE dengan prosessor yang lebih tinggi tapi RAMnya hanya setengahnya
-
Penggunanya jauh lebih sedikit dari pengguna ACE, jika anda memilih O1 anda sedang memilih The Road Less Travelled @,@
-
Nah kekurangan terakhir ini, lebih subjektif, karena berhubungan dengan trauma masa lalu saya terhadap HP LG.. Walaupun saya tidak pernah membeli HP merk LG tapi dulu saya sempat menyaksikan beberapa teman saya yang menggunakan LG Shine – Wutss.. Built-in quality-nya jeleeeeek buanget, keypad keras, gak berapa lama keypadnya ada beberapa yang copot @,@ hah bayangin gak sih tuh? Keypad copot? Dulu karena saya make Nokia gak pernah terjadi hal kaya gitu. Jadi saya kaget aja HP se-terkenal dan se-modis itu tapi Quality Controlnya terkesan asal-asalan.
Jadilah semenjak hari itu saya tidak pernah melirik merk LG sebagai bahan pertimbangan kalau mau mengganti HP…
Hingga tentunya hari ini.. Ah jujur saja hanya built-in quality dan service after salesnya LG yang menahan saya dari memilih untuk membeli HP Android ini.. Saya enggak butuh kamera 5 MP, GPU Adreno. Bahkan saya rela mengucapkan selamat tinggal pada bentuk ACE yang menawan jika saja LG lebih meyakinkan! Lagipula beda harga 1 juta rupiah itu gak main-main buat saya! Menggiurkan :0~~
Jadi ini sebuah keputusan yang sangat dilematis! Saya sempat berpikir, itu kan LG dahulu kala adanya… Mungkin sekarang LG telah berubah dan belajar dari kesalahannya.. Tapi gimana dunk 4 dari 5 teman saya menyarankan Samsung Galaxy Ace! Dan sayapun adalah orang yang mementingkan kualitas. Dijamin, abis ini saya enggak akan ganti HP lagi selama 3 tahun ke-depan (kalo bisa malah 10 tahun @,@) Jadi pilihan hari ini menentukan nasip saya di masa depan ~~sigh
Namun pada akhirnya dilema itu mau tidak mau harus dienyahkan… Saya harus segera membuat keputusan (sebelum kartu perdana Simpati Turbo saya hangus xD). Dan akhirnya dengan keyakinan yang teguh dan semangat yang kukuh.. Saya menjatuhkan pilihan yang tidak dapat ditarik kembali pada ….

Yak! HTC Desire *tanpa S yang mengakibatkan saya harus menarik budget saya 200ribu lebih banyak T,T tapi dapet bonus Handsfree Bluetooth sih yang katanya senilai 499.000 *biasalah promo marketing -,-”
Oh iya buat yang sedari tadi membaca review ini dan mengharapkan saya mengambil keputusan manakah yang lebih worth to buy antara Samsung Galaxy Ace dan LG Optimus One, saya muhun maap, silakan putuskan sendiri saja mana yang lebih baik dari ke-2 brand tersebut sesuai kebutuhan anda^^
Jadi kenapa saya pada akhirnya memilih HTC Desire? Dibanding ke-dua HP Android di atas? Karena spesifikasinya yang cukup mumpuni walau ini adalah handheld yang keluar pertama kali sekitar awal tahun lalu DAN umm.. sebenernya ini lagi-lagi subjektif @,@ Saya selalu suka dengan brand HTC, saya suka cara mereka menampilkan produk-produk mereka menjadi sebuah produk yang personal dan dekat di hati para penggunanya. Sayapun mendengar built-in quality-nya sangatlah baik, walaupun layanan after sales-nya di Indonesia belum maksimal.
Harga resminya memang 200ribu lebih mahal dari Samsung Galaxy Ace, tapi HTC Desire banyak menawarkan hal yang lebih dari ACE *misalnya, ROM dan RAM yang lebih besar, Prosessor 1GHz, update secara resmi ke Gingerbread oleh HTC, dan tentunya HF bluetoothnya yang kemungkinan bisa saya jual seharga 200ribu sehingga menjadikan harganya sama dengan ACE ^^
Pada akhirnya ketika saya memutuskan untuk memilih HTC semua berdasarkan hati dan akal budi *halah. Saya membayangkan sebuah skenario bahwa apapun handheld pilihan saya, semua akan mengecewakan. Lalu dari situ saya membayangkan reaksi saya…
Jika LG Optimus One mengecewakan maka saya akan sangat kesal dengan LG dan Saya Sendiri! Karena dari awal saya sudah tahu bahwa LG akan mengecewakan dan saya malah memtuskan untuk memilihnya >,<
Jika Samsung Galaxy Ace mengecewakan, selain saya akan kesal dengan Samsung, saya juga akan menyalahkan teman-teman saya yang menyarankan HP ini sama saya xD chahahahhahaha… *kasian kan mereka ^^
Tapi jika HTC Desire ternyata mengecewakan *getok meja, pintu, bangku 3x … Hmm, Entahlah.. Mungkin saya akan tetap menaruh harapan pada HTC dan tidak terlalu membencinya, menganggap bahwa saya hanya sekedar sial karena mendapat produk yang gagal. Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa karena ini murni keputusan saya sendiri, saya juga tidak akan menyalahkan diri saya sendiri karena setidaknya saya tidak melewatkan hari-hari saya bertanya-tanya:
“Bagaimana jika saya memilih HTC? Apakah juga akan mengecewakan? Bagaimana rasanya UI HTC Sense, apakah itu sebaik yang digembar-gemborkan banyak orang? Bagaimana rasanya prosessor 1 GHz? Bagaimana rasanya memiliki HP yang tidak banyak dipilih orang?”
Euuuh saya tidak mau tersiksa dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu >,< Lagipula apapun pilihannya tidak ada yang sempurna. Setiap brand memiliki puja-puji dan caci-makinya sendiri. Biarlah saya menikmati pilihan saya dan menghadapi apapun hasilnya dengan lapang dada dan gegap gempita~~
Tapi untuk saat ini dapat saya katakan, saya sangat bahagia dengan pilihan saya^^
**Masih di-cas soalnya HPnya baru dipegang duank xD